Ekspedisi Baladewa Temukan 17 Genus Anggrek

Sabtu, 09 Februari 2019 · Konservasi

Sidoarjo -- Ekspedisi Baladewa Kelompok Pecinta Alam Biolaska UIN Yogyakarta, 14-28 Januari 2019  cukup mampu menggali sebagian kekayaan Pulau Bawean, utamanya di kawasan konservasi. 

Selama di Bawean, tim eksplorasi anggrek melakukan inventarisasi di dalam kawasan cagar alam dan suaka margasatwa. Namun demikian tidak keseluruhan kawasan dijelajahi. Hanya beberapa lokasi saja yang diambil sebagai samplingnya.

Baca Juga: 1.000 Pohon Ditanam di Lahan Kritis Pulau Bawean

Adalah Gunung Balumbung, Gunung Nangka, dan Gunung Gadung yang sebagian besar berada di Blok Gunung Besar. Pada lokasi-lokasi tersebut tim eksplorasi berhasil menemukan setidaknya 28 jenis anggrek. Dari jenis anggrek tersebut masuk ke dalam 17 genus. Pada genus Nervilia didapatkan tiga jenis spesies di antaranya Nervilia plicata, Nervilia punctata, dan Nervilia aragoana.

Kemudian genus yang lain di antaranya Bulbophylum, Dendrobium, Eria, Rhincostylis, Vanda, Malaxis, Kingidium, Polidhota, Peristylus, Cymbidium, Phalaenopsis, Geodorum, dan Disperis. Sedangkan berdasarkan tipe pertumbuhannya, 17 jenis yang hidup dengan epifit yaitu menempel pada inang, dan  11 jenis merupakan anggrek teresterial (anggrek tanah).

Baca Juga: Sertifikasi Tanah, BPN Gresik Gandeng BBKSDA Jatim

Dengan lokasi sampling yang hanya pada satu blok saja, maka eksplorasi terhadap keanekaragaman anggrek di kawasan konservasi Pulau Bawean hanya beberapa persen saja yang tergali. Kedepan diharapkan adanya eksplorasi-eksplorasi lain yang akan lebih menggali kekayaan flora di Pulau Bawean.

Tags kementerian lhk klhk siti nurbaya pulau bawean anggrek