Cemperit, Perdu yang Bermanfaat

Senin, 11 Februari 2019 · Bentang Alam

Kuningan -- Mungkin tak banyak orang yang pernah melihat buah ini secara langsung. Buahnya bulat hijau muda saat masih mentah. Lalu, berubah kuning cerah dan membelah menjadi dua saat masak. Tapi, jangan tergiur untuk memakan buah yang bernama cemperit ini. Karena rasanya pahit dan menimbulkan efek mabuk.

Ternyata buah ini berbeda namanya di tiap daerah. Orang Jawa mengenalnya dengan nama gembirit. Sedangkan di tanah Pasundan dikenal dengan nama hamperu badak. Dalam laporannya, Balai Taman Nasional Gunung Ciremai melaporkan, tumbuhan dengan nama Latin Tabernaemontana sphaerocarpa ini bisa dijumpai di Indonesia. Tercatat tanaman ini tersebar secara alami di Pulau Jawa dan Maluku. Habitatnya menempati dataran rendah hingga ketinggian 500 meter di atas permukaan laut (mdpl). 

Baca Juga: Keruing Gunung, Pohon Langka yang Terancam Punah

Cemperit merupakan tumbuhan perdu. Berbatang pendek dan tumbuh sampai ketinggian maksimal 13 hingga 15 meter. Pohon ini juga bertajuk mengerucut ke atas. Daun pohon ini berbentuk bundar telur sampai lonjong jorong. Bunga tanaman ini muncul di dekat pangkal daunnya. Berwarna kuning keputihan dan berbau harum. 

Kulit batang cemperit berwarna coklat. Apabila dilukai, batang akan mengeluarkan getah berwarna putih. Lalu, getah akan berubah menjadi coklat pucat saat mengering. 

Ternyata getah cemperit bisa menjadi obat keselo selain untuk penyakit kulit. Caranya, cukup mengoleskan merata di bagian yang sakit. 

Cemperit adalah bagian kekayaan flora gunung Ciremai. Masih banyak jenis flora lain yang belum kita telisik manfaatnya untuk kehidupan sehari hari.

Tags kementerian lhk klhk siti nurbaya tngc cemperit