Warga Sampit Serahkan Kukang ke BKSDA Kalteng

Sabtu, 13 April 2019 · Konservasi

Palangkaraya -- Pos Penjagaan Bandara dan Pelabuhan Sampit, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah menerima penyerahan satwa liar dilindungi yaitu 1 ekor kukang, Rabu (10/4/2019).

Bermula dari  laporan via WA dari pegawai PMI Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), bernama Andriansyah tentang keinginan tetangganya, Nurmawati menyerahkan seekor kukang. Setelah mendapatkan informasi, Tim WRU SKW II menuju lokasi serah terima yaitu di Jalan Jendral Sudirman Km.5, Perum Aryaga Estate, Sampit.  Dari keterangan Nurmawati, kukang ditemukan di samping rumah dekat parkiran motor. Kukang tersebut sempat dirawat selama 2 minggu sebelum diserahkan ke BKSDA Kalimantan Tengah.

Baca Juga: BKSDA Kalteng Selamatkan Orangutan di Kebun Warga

Di Indonesia kukang sudah dilindungi sejak tahun 1973 dengan Keputusan Menteri Pertanian tanggal 14 Februari 1973 No.66/ Kpts/Um/2/1973. Perlindungan ini dipertegas lagi dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 tahun 1999 Tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, yang memasukan kukang dalam lampiran jenis-jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi. Selain itu, Menurut Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya pasal 21 ayat 2, perdagangan dan pemeliharaan satwa dilindungi termasuk kukang adalah dilarang. Pelanggar dari ketentuan ini dapat dikenakan hukuman pidana penjara 5 tahun dan denda Rp 100 juta.

Sementara itu, badan konservasi dunia International Union for Conservation of Nature (IUCN), memasukan kukang dalam kategori Vulnerable (rentan), yang artinya memiliki peluang untuk punah 10% dalam waktu 100 tahun. Sedangkan Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) memasukkan kukang ke dalam golongan Apendiks I, yang berarti seluruh spesies flora maupun fauna liar yang dilarang dalam segala bentuk perdagangan internasional.

Tags kementerian lhk klhk siti nurbaya bksda kalteng kukang